HAMBA TUHAN: ROLE MODEL DALAM IBADAH

Artikel ini disadur dari tulisan Pdt. Jeffrey Siauw, D.Th., yang sekarang melayani sebagai Gembala Gereja Kristus Yesus (GKY) Jemaat Greenville, Jakarta Barat. Semoga menjadi berkat.

Ada satu peran hamba Tuhan di dalam ibadah yang jarang disadari: Menjadi role model [contoh teladan].

Di banyak gereja, pada waktu ibadah, Gembala dan juga hambaTuhan lainnya biasanya akan duduk di barisan paling depan (dibeberapa gereja, mereka bahkan duduk di mimbar menghadap jemaat).

Satu hal yang sering tidak disadari, baik oleh hamba Tuhan maupun jemaat sendiri, selama ibadah berlangsung ada banyak mata yang akan berulang kali memperhatikan hambaTuhan di depan itu. Bukan hanya pada waktu dia berdiri di mimbar memimpin pujian atau doa, bukan hanya ketika diaduduk menghadap jemaat, tetapi bahkan juga pada waktu diaduduk membelakangi jemaat.

Jemaat sendiri mungkin tidak terlalu sadar.
Tetapi kalau saja dilakukan survei berapa banyak dan berapa sering jemaat”melirik” hamba Tuhan yang ada di depan membelakangi mereka hasilnya bisa mengejutkan.

Maka apa yang dilakukan hamba Tuhan di dalam ibadah akan mempengaruhi jemaat. Tentu pengaruhnya tidak akan langsung terasa, tetapi bertahap dan menyebar. Setelah berbulan-bulan atau mungkin beberapa tahun, pengaruhnya akan terlihat.

Kalau hamba Tuhan tidak serius beribadah, sering keluar ditengah-tengah ibadah, menerima telpon, main handphone, ngobrol, maka jemaat sangat mungkin juga akan tidak serius beribadah.
Mungkin banyak yang akan bolak-balik keluar, bercanda, bisik-bisik di tengah ibadah, dst.

Kalau hamba Tuhan sikapnya dari belakang terlihat tidak serius menyanyi, misalnya tengok kiri kanan, melipat tangan, menengok ke belakang, atau apalah yang ketahuan sama jemaat, maka jemaat sangat mungkin juga tidak akan serius menyanyi.

Tentu sikap hamba Tuhan bukan satu-satunya faktor yang menentukan keseriusan jemaat dalam beribadah. Tetapi, sulit dipungkiri, hal itu faktor yang ikut menentukan.

Saya pernah beberapa kali melayani di gereja yang sangat jelas hamba Tuhannya tidak serius beribadah.
Suasana ibadah di situ sangat terasa berantakan.
Ketika gereja itu kemudian berganti Gembala, dan beberapa waktu kemudian saya kembali melayani di sana, saya terkejut melihat perubahannya.

Jemaat menyanyi dengan sungguh-sungguh, dan mendengar khotbah dengan serius.
Dari sekian banyak penyebab yang mungkin, tidak bisa dipungkiri salah satunya adalah faktor teladan hamba Tuhannya.
Sepanjang ibadah, dia duduk di depan, menyanyi dengan sungguh-sungguh, dan serius mendengarkan khotbah.

Saya ingat Prof. Bruce Leafblad [pakar yang mengajar topikIbadah/Worship] pernah berkata,
“Jangan tanya apakah hamba Tuhan menjadi role model atau tidak di dalam ibadah. Jawabannya: Pasti!”

Pertanyaannya adalah apakah dia role model yang baik atau buruk.

HAMBA TUHAN: ROLE MODEL DALAM IBADAH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: