HIDUP YANG DIPIMPIN ROH KUDUS DAN RELASI PERNIKAHAN

Dalam salah satu buku yang ditulis oleh Pdt. Dr. John MacArthur, seorang Gembala dari Grace Community Church, California, penceramah, dan penafsir Alkitab yang sangat dihormati, menuliskan kalimat berikut ini:

”Kita dibanjiri begitu banyak informasi tentang pernikahan pada masa kini: seminar, buku-buku, konselor pernikahan, dll. Seringkali pasangan Kristen ketika menghadapi masalah pernikahan, maka hal yang pertama dilakukan adalah menemui konselor, psikiater, ikut seminar, dll. Semua itu baik dan perlu. Tetapi jika Anda tidak dipenuhi dan dikontrol oleh Roh Kudus, maka semua itu tidak banyak bisa menolong Anda. Jika Anda dipenuhi dengan Roh Kudus, maka Dia akan mengontrol kehidupan relasi Anda, termasuk dalam relasi pernikahan Anda.”

Saya setuju sekali dengan pernyataan beliau di atas. Melalui pernyataannya itu, John MacArthur tentu tidak bermaksud untuk merendahkan manfaat dan peranan dari seminar-seminar keluarga, buku-buku yang bermutu, konselor keluarga, dll, karena Allah seringkali memakai sarana-sarana itu untuk membina, memperlengkapi, dan menolong pasangan-pasangan suami-istri untuk dapat menjalani kehidupan pernikahan yang lebih sehat.

Tetapi John MacArthur mengingatkan bahwa hal yang primer dan esensial yang harus ditanyakan terus-menerus pada diri kita adalah apakah hidup kita sudah terus-menerus dikuasai dan dipimpin oleh Roh Kudus?

Dipenuhi dan dipimpin oleh Roh Kudus membuat kita memiliki relasi yang benar dengan diri sendiri, dengan Allah dan dengan sesama.
Dampak dari dipenuhi dan dipimpin oleh Roh Kudus adalah kita memiliki keindahan relasi, baik relasi dengan Allah maupun relasi dengan sesama, termasuk relasi dengan pasangan kita.

Seringkali terjadi kesenjangan atau gap antara “apa yang kita ketahui sebagai kebenaran” dengan “apa yang kita lakukan dalam hidup sehari-hari.” Banyak orang Kristen tahu, bahwa berselingkuh itu adalah sebuah pengkhianatan terhadap pasangan, tetapi mengapa walaupun tahu, ada orang yang tetap melakukannya juga?
Banyak orang Kristen yang tahu, bahwa pernikahan adalah tempat untuk saling mengasihi, saling mengampuni, dan saling melayani pasangan kita, tetapi mengapa kita sulit sekali melakukan hal yang kita tahu itu?

Salah satunya jawabannya adalah karena kita tidak terus-menerus dikuasai dan dipimpin oleh Roh Kudus, sehingga hidup kita dikuasai oleh nafsu kedagingan. Sikap egois adalah musuh terbesar dalam relasi pernikahan.

Dalam Efesus 5:18 tertulis, “… Tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh” (kata kerja utamanya berbentuk imperatif present passive).
Ini adalah sebuah kalimat perintah dan peristiwa yang harus dialami terus menerus, sehingga lebih jelasnya diterjemahkan,
“Terus-meneruslah dipenuhi Roh Kudus!”

Orang yang dipenuhi Roh Kudus dapat terlihat jelas dari buah hidupnya, ada ciri-ciri yang dimilikinya.
Dan ciri-ciri itu ada dalam ayat Efesus 5:19-21 yang bentuknya adalah participle, yaitu kata kerja yang menerangkan kata kerja utama tentang dipenuhi Roh Kudus.
Orang yang dipenuhi Roh Kudus, maka hatinya menyembah dan memuji Tuhan, ada sukacita rohani, hidup dalam pengucapan syukur, dan hidup dalam kerendahan hati satu sama lain. Walaupun bagian ini bukanlah daftar yang lengkap tentang buah Roh, atau ciri-ciri orang yang dipenuhi oleh Roh Kudus.

Setelah itu di ayat 22-33, rasul Paulus berbicara tentang relasi suami-istri, dan selanjutnya dalam Efesus 6:1-9 berbicara tentang relasi antara orang tua dan anak, serta relasi antara tuan dan hamba.
Semua relasi ini hanya dapat tewujud dengan baik, jika seseorang terlebih dahulu hidupnya dipenuhi dan dipimpin terus-menerus oleh Roh Kudus.

Buah Roh merupakan tanda sesungguhnya seseorang dipenuhi dan dipimpin oleh Roh Kudus.

Dari buah hidup kita, dapat terlihat siapa sesungguhnya yang mengendalikan hidup kita.

Biarlah kita terus-menerus menyerahkan diri kita yang rapuh dan lemah ini, untuk dikuasai dan dipimpin terus-menerus oleh Roh Kudus, sehingga kita dimampukan untuk menjalani kehidupan pernikahan yang berkenan di hati Tuhan.

Tuhan kasihanilah kami!🙏🏽

(Oleh: Ev. Binsar)

HIDUP YANG DIPIMPIN ROH KUDUS DAN RELASI PERNIKAHAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: